
Pikiran Cirebon – Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman menegaskan bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian menjadi langkah darurat untuk menyelamatkan lahan pertanian yang terancam kekeringan di Kabupaten Cirebon.
Hal itu disampaikan saat peresmian pompanisasi di Desa Geyongan Kecamatan Arjawinangun kabupaten Cirebon, Rabu (27/8/2026).
Menurut Agus, bantuan tersebut berawal dari aspirasi petani Desa Geyongan yang menyampaikan keluhan terkait minimnya pasokan air untuk kebutuhan irigasi. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon segera berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian hingga bantuan pompa air dapat direalisasikan.
“Ini bermula dari usulan para petani yang datang kepada pemerintah daerah. Alhamdulillah Pak Bupati bersama kami langsung berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan responsnya sangat cepat sehingga bantuan ini bisa segera terealisasi,” ujar Agus yang akrab disapa Jigus. Rabu (26/8/2026)
Ia berharap keberadaan pompa air tersebut dapat membantu mengairi sawah yang selama beberapa bulan terakhir mengalami kesulitan air, sehingga petani terhindar dari risiko gagal panen atau puso.
Berdasarkan data yang diterima pemerintah daerah, sekitar 80 hingga 90 hektare lahan pertanian di wilayah Desa Geyongan terancam gagal panen akibat kekurangan air. Kondisi itu juga dipengaruhi oleh embung di Geyongan yang saat ini memerlukan perbaikan pada saluran inlet dan outlet.
Jigus menjelaskan, Pemkab Cirebon telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait penanganan Situ (embung) Geyongan. Perbaikan saluran air tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada September mendatang.
“Untuk Situ (Embung) Geyongan memang perlu ada perbaikan saluran. Kami sudah berkoordinasi dengan BBWS dan insya Allah pekerjaan perbaikannya akan dilakukan pada bulan September,” katanya.
Selain Geyongan, ancaman kekeringan juga membayangi sejumlah wilayah lain di Kabupaten Cirebon. Berdasarkan data Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), terdapat 10 kecamatan dengan total sekitar 1.849 hektare lahan pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan dan terancam mengalami gagal panen.
Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya mencari berbagai solusi untuk menjaga produktivitas sektor pertanian, mulai dari penyediaan pompa air, perbaikan jaringan irigasi, hingga koordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait.
“Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar petani di Kabupaten Cirebon tidak mengalami gagal panen akibat kekeringan. Termasuk mengupayakan bantuan-bantuan serupa untuk daerah lain yang membutuhkan,” ujar Agus.
Ia menambahkan, sektor pertanian merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah. Oleh sebab itu, berbagai langkah penanganan dampak kekeringan akan terus dilakukan guna menjaga ketahanan pangan sekaligus melindungi penghasilan para petani di Kabupaten Cirebon.
Reporter : Ade




