
Pikiran Cirebon – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tahun 2026 ini memprediksi Indonesia akan mengalami musim kemarau yang agak panjang dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan musim penghujan akan jatuh di Januari 2027. Untuk menghadapi puncak musim kemarau BBWS Cimancis telah melakukan kesiapsiagaan. Hal tersebut disampaikan Kepala BBWS Cimancis, Dwi Agus Kuncoro saat ditemui di kantor BBWS Cimancis, Kamis (12/3/2026).
” Jadi ini kemaraunya maju yang biasanya akhir Mei atau Juni, sekarang maju di Bulan April dan musim kemaraunya panjang itu menurut info dari BMKG. Saya prediksi musim hujan jatuh di bulan Januari 2027″ ungkap Kepala BBWS Cimancis Dwi Agus Kuncoro.
Menurutnya, BBWS Cimancis saat ini sudah mempersiapkan beberapa peralatan berupa pompa air untuk membantu para petani dalam menghadapi puncak musim kemarau seperti tahun lalu. Pompa air ini memiliki keunggulan tersendiri, sebab pompa air ini tidak menggunakan BBM yang biasanya digunakan sebagai bahan bakar. Namun, BBWS Cimancis telah menciptakan sendiri alat pompa air tenaga surya, dimana alat ini menggunakan tenaga matahari untuk bekerja. Tentunya para petani sangat terbantu sekali dengan adanya pompa air tenaga surya ini. Mereka tidak perlu membeli BBM untuk bahan bakar mesin pompa tersebut.
“Ketika petani menghadapi musim kemarau merka bisa meminjam alat ini ke BBWS Cimancis secara gratis. BBWS Cimancis hanya meminta agar petani yang meminjam alat ini untuk menjaganya jangan sampai hilang. Keuntungan bagi petani mereka tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mesin pompa air ini sebab mesin ini sudah menggunakan tenaga surya” ucapnya.
Bagi para petani yang akan meminjam pompa air tenaga surya pihak BBBWS Cimancis bisa meminjam pompa tersebut untuk waktu dua minggu.
” Kami pinjamkan ke petani selama dua minggu, setelah itu pindah ke petani yang lain” paparnya.
BBBWS Cimancis mengakui saat ini ketersedian alat tersebut masih sedikit, namun pihaknya akan bekerja keras untuk memperbanyak pompa air tenaga surya ini agar bisa membantu para petani dalam menghadapi puncak musim kemarau.
” Semakin banyak pompa maka semakin banyak peluang membantu petani dalam kebutuhan air di puncak musim kemarau bisa tercover semua. Sekarang kita baru punya tiga pompa tenaga surya, tahun 2026 ini kita perbanyak lagi. Idelanya satu daerah irigasi itu ada 3 pompa tenaga surya sedangkan daerah irigasi di wilayah BBBWS Cimanci itu ada 8 darah irigasi, sehingga dibutuhkan 24 pompa air tenaga surya” pungkasnya.




