Pikiran Cirebon
Sabtu, September 5, 2026
  • Gapura
  • Nasional Kita
  • Jabar Kita
  • Cirebon Kita
  • Kuningan Kita
  • Politik Kita
  • Ekonomi Kita
  • Pendidikan Kita
  • Ragam Kita
    • Wisata Kita
    • Otomotif Kita
    • Kuliner Kita
    • Sport Kita
No Result
View All Result
  • Gapura
  • Nasional Kita
  • Jabar Kita
  • Cirebon Kita
  • Kuningan Kita
  • Politik Kita
  • Ekonomi Kita
  • Pendidikan Kita
  • Ragam Kita
    • Wisata Kita
    • Otomotif Kita
    • Kuliner Kita
    • Sport Kita
No Result
View All Result
Pikiran Cirebon
No Result
View All Result
Home Cirebon Kita

Akibat Berdirinya Perumahan Petani Desa Jungjang Krisis Air, Sawah Terancam Gagal Panen

Ade by Ade
18 Agustus 2026
in Cirebon Kita
0
0
SHARES
1.2k
VIEWS
Akibat Berdirinya Perumahan Petani Desa Jungjang Krisis Air, Sawah Terancam Gagal Panen

Pikiran Cirebon – Petani di Desa Jungjang dan Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan pasokan air untuk mengairi lahan pertanian kering, terutama saat musim kemarau sekarang.

Petani Desa Jungjang berharap saluran irigasi yang ada dapat dinormalisasi dan dikembalikan seperti kondisi sebelumnya. Mereka menilai perubahan kondisi saluran setelah adanya pembangunan perumahan yang membuat aliran air tidak lagi optimal dan tidak mampu menjangkau lahan pertanian lagi.

Petani Desa Jungjang, Aryudin, mengatakan sekitar tahun 2010 aliran irigasi masih mampu mengairi persawahan hingga wilayah blok Plawad. Namun, setelah adanya pembangunan perumahan, debit dan aliran air semakin berkurang sehingga tidak lagi mencapai kawasan tersebut.

RelatedPosts

Gerak Jalan Indah Kesambi Raih Apresiasi: Wali Kota Cirebon Dorong Jadi Acara Tahunan

Cirebon Dapatkan 200 Becak Listrik dari Bantuan Presiden untuk Meningkatkan Kesejahteraan Pengemudi

KA Gunungjati Makin Diminati, Ratusan Ribu Pelanggan Pilih Perjalanan Nyaman dan Menyenangkan

“Kami sebagai petani ingin saluran irigasi dinormalisasi seperti semula. Biar pengairannya bisa sampai ke Plawad dan biaya yang dikeluarkan petani tidak membengkak karena harus menggunakan pompa,” ujar Aryudin. Senin (18/8/2026).

Menurutnya, persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikan, termasuk melalui protes kepada pihak terkait. Namun, hingga kini belum ada respons maupun solusi yang diharapkan petani.

Minimnya pasokan air berdampak langsung terhadap membengkak biaya pengairan yang harus ditanggung petani. Saat musim penghujan, biaya pengairan petani membayar sekitar 50 kilogram gabah per bau, karena pembayarannya dilakukan setiap panen. Sementara saat musim kemarau, biaya tersebut dapat meningkat hingga sekitar 100 kilogram per bau, bahkan lebih, tergantung kebutuhan pengairan.

“Kalau irigasinya lancar, cukup sekitar 50 kilogram. Tapi kalau musim kemarau dan air dari irigasi tidak sampai, biayanya bisa mencapai dua kintal kadang lebih Selisihnya cukup besar,” katanya.

Aryudin menambahkan, keterbatasan pasokan air juga berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman apabila kebutuhan pengairan tidak terpenuhi. Luas lahan pertanian yang terdampak kondisi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 27 hektare.

Para petani berharap pemerintah turun tangan mencari solusi, termasuk melakukan normalisasi saluran irigasi agar kembali berfungsi optimal.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah untuk menormalisasi irigasi seperti dulu. Dengan begitu petani tidak lagi kesulitan mendapatkan air, terutama saat musim kemarau,” ujarnya.

Reporter : Ade

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
Tags: Desa JungjangGagal PanenKrisis AirPerumahanPetaniSawah
Previous Post

HUT ke-81 RI, 1.279 Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon Dapat Remisi

Next Post

Wawali Bahas Strategi Ekonomi Keluarga dan Penanganan Stunting di Pertemuan GOW Ciayumajakuning

Ade

Ade

RelatedPosts

Gerak Jalan Indah Kesambi Raih Apresiasi: Wali Kota Cirebon Dorong Jadi Acara Tahunan
Cirebon Kita

Gerak Jalan Indah Kesambi Raih Apresiasi: Wali Kota Cirebon Dorong Jadi Acara Tahunan

5 September 2026
Cirebon Dapatkan 200 Becak Listrik dari Bantuan Presiden untuk Meningkatkan Kesejahteraan Pengemudi
Cirebon Kita

Cirebon Dapatkan 200 Becak Listrik dari Bantuan Presiden untuk Meningkatkan Kesejahteraan Pengemudi

4 September 2026
KA Gunungjati Makin Diminati, Ratusan Ribu Pelanggan Pilih Perjalanan Nyaman dan Menyenangkan
Cirebon Kita

KA Gunungjati Makin Diminati, Ratusan Ribu Pelanggan Pilih Perjalanan Nyaman dan Menyenangkan

3 September 2026
Pemkot Cirebon Revitalisasi Pasar Pagi: Destinasi Wisata Kuliner dan Oleh-Oleh
Cirebon Kita

Pemkot Cirebon Revitalisasi Pasar Pagi: Destinasi Wisata Kuliner dan Oleh-Oleh

2 September 2026
Next Post

Wawali Bahas Strategi Ekonomi Keluarga dan Penanganan Stunting di Pertemuan GOW Ciayumajakuning

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pikiran Cirebon

© 2026 Pikiran Cirebon

  • Cookies Policy
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi Kita

No Result
View All Result
  • Gapura
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi Kita

© 2026 Pikiran Cirebon

Cookies Policy - Terms and Conditions - Privacy Policy