
Pikiran Cirebon – Puncak musim kemarau kini mulai dirasakan di wilayah Jawa Barat. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) Provinsi Jawa Barat, puncak kemarau diprediksi di Bulan Agustus hingga September 2026. Hal tersebut terungkap saat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimancis menggelar rapat koordinasi dengan BMKG Jawa Barat dan Pemda-pemda yang ada di wilayah kerja BBWS Cimancis.
Menurut Plh Kepala BBWS Cimancis, Vera didampingi jajarannya mengungkapkan pihaknya telah melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi puncak musim kemarau dan El Nino. Berdasarkan informasi yang didapat dari BMKG, peta kekeringan dari 8 daerah di wilayah kerja BBWS Cimancis itu ada di wilayah Kabupaten Indramayu, Garut dan Majalengka.
Selain itu wilayah Cirebon timur juga menjadi wilayah yang rawan kekeringan. Tetapi, untuk saat ini kapasitas air di wilayah tersebut masih cukup.
” BBWS cimancis sudah memulai melakukan antispasi menghadapi musim kemarau dan El Nino dari pertengahan Bulan Juni 2026″ kata Plh Kepala BBWS Cimancis, Vera, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan oleh BBWS Cimancis yaitu melakukan identifikasi sumber air, baik itu sumber air permukaan dan sumber air air tanah.
” Kita memiliki air permukaan ini melaui waduk, dan air tanah melalui cekungan air tanah. Itu yang sudah kita indentifikasi ” ucapnya.
Tak hanya itu, pihaknya telah melakukan optimalisasi terhadap tampungan-tampungan air yang ada dan melakukan monitoring updating harian untuk melihat kondisi tampungan secara real time.
Selain itu, BBWS Cimancis juga telah mempersiapkan alat-alat yang bisa dipinjam oleh kelompok tani untuk membantu mengatasi puncak musim kemarau.
” Kita mempersiakan peralatan yang kita miliki untuk membantu masyarakat supaya kita bisa layani sesuai permintaan” ujarnya.
Selian mempersiapkan alat-alat, langkah BBWS Cimancis dalam menghadapi puncak kemarau yaitu dengan melakukan rehabilitasi jaringan irigasi, baik itu irigasi air permukaan maupun irigasi air tanah melalui program inpres no.2 tahun 2025
” Mudah-mudahan dari langkah-langkah yang sudah kita mulai dari BBWS Cimancis ini dapat meminimalisir dampak dari musim kemarau dan El Nino” pungkasnya.




