Pikiran Cirebon
Selasa, April 21, 2026
  • Gapura
  • Nasional Kita
  • Jabar Kita
  • Cirebon Kita
  • Kuningan Kita
  • Politik Kita
  • Ekonomi Kita
  • Pendidikan Kita
  • Ragam Kita
    • Wisata Kita
    • Otomotif Kita
    • Kuliner Kita
    • Sport Kita
No Result
View All Result
  • Gapura
  • Nasional Kita
  • Jabar Kita
  • Cirebon Kita
  • Kuningan Kita
  • Politik Kita
  • Ekonomi Kita
  • Pendidikan Kita
  • Ragam Kita
    • Wisata Kita
    • Otomotif Kita
    • Kuliner Kita
    • Sport Kita
No Result
View All Result
Pikiran Cirebon
No Result
View All Result
Home Cirebon Kita

Pentingnya Peran MUI dalam Moral dan Lingkungan, Kata Wali Kota

Redaksi by Redaksi
14 April 2026
in Cirebon Kita
0
0
SHARES
1.2k
VIEWS
Wali Kota Ajak MUI Perkuat Peran dalam Edukasi Lingkungan dan Moral Masyarakat

Pikiran Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh agama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial kemasyarakatan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon Masa Khidmat 2025–2030 di At-Taqwa Center Kota Cirebon, Selasa (14/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelantikan dan rapat kerja yang dinilai sebagai momentum strategis dalam memperkuat peran ulama di tengah masyarakat. Ia juga mengucapkan selamat kepada KH Samsudin yang dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Umum MUI Kota Cirebon, beserta jajaran pengurus yang baru dilantik.

RelatedPosts

Upaya Peningkatan Keselamatan: KAI Daop 3 Cirebon Tutup Perlintasan Sebidang di Triwulan I 2026

Pemkot Cirebon Perkuat Perlindungan Anak Melalui Pengembangan Guru BK

OJK Cirebon Terima Dua Piagam Penghargaan di Jumat Berkah: Pengakuan Sebagai Mitra Inspiratif

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan keluarga besar MUI Kota Cirebon atas terselenggaranya agenda ini. Selamat kepada Ketua Umum beserta seluruh pengurus yang telah dikukuhkan, semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Wali Kota.

Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh dimensi mental, spiritual, dan moral masyarakat. Menurutnya, keberadaan MUI memiliki posisi strategis sebagai wadah para ulama, zu’ama, dan cendekiawan muslim dalam membangun keseimbangan tersebut.

Wali Kota juga mengungkapkan bahwa capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Cirebon yang terus meningkat patut disyukuri. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa indikator tersebut akan kehilangan makna apabila tidak dibarengi dengan penguatan nilai moral dan etika publik.

“Di sinilah peran MUI menjadi sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah, agar kemajuan intelektual dan ekonomi masyarakat berjalan seiring dengan kematangan spiritual,” katanya.

Lebih lanjut, Wali Kota menyoroti persoalan lingkungan, khususnya permasalahan sampah yang masih menjadi tantangan serius di Kota Cirebon. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan yang dilakukannya di kawasan Sungai Sukalila, kondisi tumpukan sampah masih memprihatinkan dan memerlukan penanganan bersama.

Menurutnya, persoalan sampah tidak semata menjadi tanggung jawab teknis pemerintah, melainkan juga mencerminkan perilaku dan kesadaran kolektif masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis nilai dinilai penting untuk melengkapi kebijakan yang telah ada.

“Persoalan ini tidak cukup hanya dengan regulasi. Diperlukan pendekatan nilai dan kesadaran bersama. Saya berharap MUI dapat turut mengambil peran aktif dalam memberikan edukasi kepada umat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya.

Wali Kota mengajak para ulama dan tokoh agama untuk terus menyampaikan pesan-pesan edukatif dalam setiap dakwah, termasuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari iman. Dengan demikian, diharapkan masyarakat lebih tergerak untuk menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta menghormati ruang publik.

“Jika para alim ulama, para Kiai, Ustaz, dan tokoh masyarakat menyampaikan pesan ini di masjid maupun di tengah lingkungan warga, insyaallah kesadaran masyarakat akan tumbuh lebih cepat,” tegasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Cirebon berharap dapat segera keluar dari kondisi darurat sampah dan mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, serta nyaman bagi seluruh warga.

Selain itu, Wali Kota juga mendorong agar Rapat Kerja MUI menghasilkan program-program konkret, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi umat. Ia menilai peran MUI sangat penting dalam mendukung penguatan ekonomi berbasis syariah, pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, serta pengelolaan zakat dan wakaf secara profesional.

“Kita ingin memastikan bahwa nilai-nilai agama tidak hanya menjadi pedoman spiritual, tetapi juga mampu mendorong produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Cirebon, KH Samsudin menyampaikan komitmen pihaknya untuk memperkuat visi pembangunan Kota Cirebon yang setara dan harmonis. Ia menjelaskan bahwa MUI telah menyiapkan berbagai program kerja yang terbagi dalam sembilan komisi untuk menjawab kebutuhan umat.

“Kami akan menguatkan visi Kota Cirebon yang setara, dengan berbagai program yang telah disusun dalam sembilan komisi. Salah satunya adalah Pendidikan Kader Ulama (PKU), sebagai upaya menyiapkan generasi penerus ulama di masa mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, program PKU menjadi langkah strategis dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan ulama, sekaligus memastikan nilai-nilai keislaman tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga harmoni dan memperkuat nilai-nilai Islam yang damai dan berkemajuan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga harmoni, menghadirkan Islam yang damai dan berkemajuan. Mohon doa agar kami dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
Tags: Edukasi LingkunganMoral MasyarakatMUIwali kota
Previous Post

Akselerasi Program 3 Juta Rumah: Peran OJK dan SLIK

Next Post

Tren Positif KAI Daop 3 Cirebon: Pilihan Transportasi Utama

Redaksi

Redaksi

RelatedPosts

Upaya Peningkatan Keselamatan: KAI Daop 3 Cirebon Tutup Perlintasan Sebidang di Triwulan I 2026
Cirebon Kita

Upaya Peningkatan Keselamatan: KAI Daop 3 Cirebon Tutup Perlintasan Sebidang di Triwulan I 2026

21 April 2026
Pemkot Cirebon Perkuat Perlindungan Anak Melalui Pengembangan Guru BK
Cirebon Kita

Pemkot Cirebon Perkuat Perlindungan Anak Melalui Pengembangan Guru BK

20 April 2026
OJK Cirebon Terima Dua Piagam Penghargaan di Jumat Berkah: Pengakuan Sebagai Mitra Inspiratif
Cirebon Kita

OJK Cirebon Terima Dua Piagam Penghargaan di Jumat Berkah: Pengakuan Sebagai Mitra Inspiratif

20 April 2026
Dukung Pariwisata Berbasis Kereta Api dengan KAI: Ikuti Travelling by Train “Menyusuri Jejak Cheribon”
Cirebon Kita

Dukung Pariwisata Berbasis Kereta Api dengan KAI: Ikuti Travelling by Train “Menyusuri Jejak Cheribon”

18 April 2026
Next Post
Tren Positif KAI Daop 3 Cirebon: Pilihan Transportasi Utama

Tren Positif KAI Daop 3 Cirebon: Pilihan Transportasi Utama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pikiran Cirebon

© 2026 Pikiran Cirebon

  • Cookies Policy
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi Kita

No Result
View All Result
  • Gapura
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi Kita

© 2026 Pikiran Cirebon

Cookies Policy - Terms and Conditions - Privacy Policy