
PikiranCrb – Penataan kawasan Sukalila Kota Cirebon bebas dari bangunan liar dan menjadikan taman yang asri merupakan salah satu mimpi terbaru Pemkot Cirebon saat ini. Bahkan meski anggarannya dari APBD dikabarkan belum bisa direalisasikan, pembongkaran bangunan di sepanjang kanan kiri Sungai Sukalila sudah lebih dulu dilakukan.
Pantauan di lapangan, kecuali bangunan tempat ibadah berlantai dua, kini tak nampak lagi bangunan atau pun kios berdiri. Semuanya dari mulai Jl Sukalila Selatan hingga Kalibaru, sudah diratakan dengan menggunakan alat berat.
Seperti tampak di Jl Kalibaru Utara, hingga Rabu 27 Januari 2026, satu unit alat berat masih berada di lokasi. Sementara di sekitarnya hanya tersisa gundukan tanah dan semak belukar.
Belum diketahiui pasti, kapan pembangunan kawasan ini akan dimulai. Yang jelas dari informasi yang didapat sumber anggarannya dari APBD 2026 senilai kurang lebih Rp 3 miliar.
Itu pun baru bisa turun atau direakisasikan sekitar bulan Maret atau April hingga Mei 2026. Karenanya sebelumnya para PKL atau pun pengelola toko bunga dikabarkan sempat meminta agar pembongkaran dilakukan setelah Lebaran Idul Fitri mendatang.
Namun terkait soal anggaran dari APBD ini kapan kepastian turunnya, belum mendapat tanggapan dari Pemkot maupun DPRD Kota Cirebon.
Sementara itu, komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam menata kawasan Sungai Sukalila disebut telah memasuki babak baru. Tepat pada Senin 26 Januari 2026 pagi, alat berat resmi diterjunkan untuk memulai tahap pengerukan sedimen sebagai langkah awal transformasi kawasan jantung kota tersebut menjadi ruang publik yang lebih estetik dan fungsional.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memantau langsung dimulainya pekerjaan yang berlokasi di area Kali Baru. Pengerukan ini merupakan hasil kolaborasi maraton antara Pemerintah Kota Cirebon dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung untuk mengembalikan daya tampung sungai sekaligus menyiapkan fondasi bagi penataan estetika tahap selanjutnya.
“Alhamdulillah, sesuai komitmen kita bersama BBWS, hari Senin ini tahap pengerukan sudah dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Ini adalah langkah konkret yang sudah kita janjikan kepada masyarakat untuk membenahi Sukalila,” ujar Edo.
Pengerjaan tahap awal di kawasan Kali Baru ini diprediksi memakan waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan sebelum berlanjut ke titik berikutnya. Seluruh material sedimen hasil pengerukan akan dialokasikan ke dua titik pembuangan yang telah disiapkan, yakni di kawasan Kesenden dan Kebon Baru, guna memastikan proses normalisasi tidak mengganggu kebersihan lingkungan sekitar.
Edo menekankan bahwa seluruh rangkaian penataan, baik normalisasi sungai maupun penataan infrastruktur pendukung di darat, ditargetkan selesai dalam tahun anggaran ini.
“Tahun ini pengerukan harus selesai, begitu pula dengan penataannya. Kami bekerja maraton agar masyarakat bisa segera menikmati perubahan wajah Sukalila yang lebih rapi dan nyaman,” tambahnya.
Proyek ini mengedepankan skema kolaborasi anggaran dan teknis antara Pemkot Cirebon dan BBWS. Dukungan penuh dari warga, terutama yang beraktivitas di sepanjang bantaran, menjadi kunci kelancaran proyek yang bertujuan mengurai keruwetan kawasan dan meminimalisir risiko banjir ini.***







